Di Kabupaten Halmahera Utara (Kab. Halut), tempat yang oleh masyarakat dikenal dengan nama Talaga Biru ini sering saya lalui setiap kali dari Tobelo hendak melakukan urusan di Galela. Memang saya sudah beberapa kali mengunjungi Talaga Biru, namun semuanya hanya sepintas lalu atau sekadar datang dan pergi. Ketika saya memutuskan mulai mendokumenkan segala tempat bagus di Kab. Halut, dan Talaga Biru menjadi salah satu dalam daftar tempat bagus tersebut, maka saya pun kembali ke Talaga Biru dengan lebih saksama demi tujuan itu hahaha
![]() |
Talaga Biru nampak seperti sebuah kolam pemandian yang airnya sangat jernih dan bahkan ke-biruan. Banyak orang -dan juga saya- heran dengan Talaga Biru ini. Sebab jika melihat lingkungan sekitar, disekeliling Talaga Biru kondisi alam penuh dengan bebatuan yang nampaknya pada masa lalu adalah aliran lahar dan kini telah membatu jadi batu. Dengan keadaan alam demikian, hampir dapat dipastikan di daerah ini sangat sulit untuk menemukan sumber air. Beberapa orang dari Desa Pune (masyarakat sekitar) yang saya temui juga mengatakan demikian, dan menjadikan Talaga Biru sebagai sumber air mereka. Pertanyaan mengenai darimana air Talaga Biru berasal adalah inti keheranan banyak orang -juga saya haha
Menurut analisis sayaikut gayanya mas sentilun… Sebagaimana namanya Talaga Biru: (1) nama Talaga diberikan karena ketika ditemukan, dan dengan tidak ada satu sungai pun yang menjadi sumber darimana air berasal, maka masyarakat menganggapnya punya mata air sendiri sebagaimana suatu danau atau telaga (Talaga). (2) Biru sendiri mewakili apa yang terlihat, yakni meski tidak dalam airnya selalu terlihat jernih kebiruan. Mungkin saja air di Talaga Biru bersumber dari ceruk air bawah tanah yang alirannya juga ada di bawah tanah alias tidak menganga selayaknya sungai.
30 menit berkendara sepedamotor, saya dari Tobelo (ibukota Kab. Halut) akhirnya bisa sampai di Talaga Biru yang berada di Desa Pune, Kecamatan Galela. Entah apa gerangan, namun hari saat saya datang suasana di Talaga Biru tengah sepi dan tenang –yess… saya selalu menganggap sedang sangat beruntung bila setiap mengunjungi suatu tempat dan suasana sedang tenang seperti saat ini.
Begitu sampai saya disambut oleh gapura warna kuning khas daerah Halut. Dan di tepian saya menemukan ada semacam tempat duduk dengan desain atap seperti pohon jamur yang nampaknya sengaja dibuat bagi saya dan pengunjung lain yang datang -pertanda bahwa tempat ini sudah pernah coba untuk dikembangkan.
Menurut analisis saya
30 menit berkendara sepedamotor, saya dari Tobelo (ibukota Kab. Halut) akhirnya bisa sampai di Talaga Biru yang berada di Desa Pune, Kecamatan Galela. Entah apa gerangan, namun hari saat saya datang suasana di Talaga Biru tengah sepi dan tenang –yess… saya selalu menganggap sedang sangat beruntung bila setiap mengunjungi suatu tempat dan suasana sedang tenang seperti saat ini.
Begitu sampai saya disambut oleh gapura warna kuning khas daerah Halut. Dan di tepian saya menemukan ada semacam tempat duduk dengan desain atap seperti pohon jamur yang nampaknya sengaja dibuat bagi saya dan pengunjung lain yang datang -pertanda bahwa tempat ini sudah pernah coba untuk dikembangkan.
Talaga Biru yang selalu ternaung pepohonan rindang membawa perasaan damai di hati saya. Ditambah karena air yang begitu jernihnya, dengan jelas saya bisa melihat ikan-ikan kecil yang lincah tengah bermain bergerombol di bawah air talaga. Tidak mau kehilangan kesempatan, saya kemudian segera memasang tempat tidur gantung dan menutup mata beberapa saat sekadar demi merasakan buaian mesra Talaga Biru. Puas berbaring, saya lalu mengamati sekeliling, mencatat beberapa hal di buku catatan, mengambil beberapa gambar, dan pada akhirnya saya tentu saja menceburkan diri untuk merasakan sejuk air Talaga Biru. Di dalam air, di tengah kolam terdapat satu batang pohon yang melintang bagai menghubungkan kedua sisi telaga. Batang pohon ini nampak sudah lama berada di tengah Talaga Biru, dan mungkin adalah salah satu pohon disekitar yang tumbang ke telaga. Batang pohon ini saya gunakan sebagai tempat bermain di air ketika berenang.
![]() |
Bagi saya, Talaga Biru akan sangat baik kedepannya jika ada pihak yang mengembangkan secara serius. Meski dulu pernah dibangun beberapa infrastruktur disini, namun dari kondisi yang terlihat hingga tulisan ini di-publish, dapat dikatakan bahwa tidak ada perhatian yang serius dan berkelanjutan terhadap Talaga Biru sehingga membuat tempat ini bagai kehilangan masa depannya. Masyarakat dan pengunjung pun seperti acuh dengan potensi Talaga Biru. Terbukti dengan saya yang masih mudah menemukan berbagai sampah plastik di sekitar Talaga Biru.
Meski demikian, bagi saya Talaga Biru adalah salah satu tempat yang ampuh menenangkan hati. Saya berharap akan masih bisa merasakan ketenangan dan keindahan Talaga Biru di waktu mendatang. Sebagaimana legendanya, harus saya akui bahwa tempat ini (Talaga Biru) adalah tempat yang pas untuk mengikat janji setia. Mungkin, nanti saya ingin mendeklarasikan kesetiaan saya pada mu di tempat ini. Iya, kamu 😊




0 comments:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Berkunjung,
Mohon Tinggalkan Komentar Yang Konstruktif // Hanya Komentar Yang Berkualitas & Sesuai Dengan Isi Artikel Diatas Yang Akan Ditampilkan // Mari Saling Membangun
Salam (^^)