Apakah wajar mengharapkan keadilan dalam percintaan? Pertanyaan yang aneh memang.
Cinta itu sendiri kan adalah bukti keadilan. Kalo memang betul sayang ya janganlah mengharap apa apa. Cinta yang tulus itu tak bersyarat -seperti kata para pujangga.
Memang menyakitkan bila mencinta, memberikan segalanya yang ada, namun tak imbang dengan yang didapatkan. Itu sungguh menyiksa diri -terutama hati. Menderita memang. Sakit. Tapi aneh, sakit yang demikian perih tak muncul dari luka atau tak ada bukti pada raga darimana sakit yang sangat itu berasal. Tubuh terlihat baik saja, namun selalu sakit dirasa.
Pada segala waktu airmata berderai tanda rasa sakit muncul dalam diri. Tapi mana luka itu? Kok raga terlihat sehat saja?
Tidak wajar memang berharap ada peri keadilan dalam cinta. Tapi setidaknya mengertilah sedikit. Bila belum mampu membalas cinta, mulailah dulu dengan jangan menyakiti hati.
Indah pacaran bertahun dirusak dengan kenyataan ditipu tahunan.
Tidak banyak yang dikorban memang -karena tidak banyak juga yang dipunya, tapi segala yang tidak banyak itulah yang sudah diberi demi menunjukan cinta.
Tapi ternyata segala yang ada itu -yang mungkin secuil dimatanya- dibalas serentetan gores luka selama bertahun. Lalu saat marah datang dan diluapkan hati, serasa tak salah orang itu tak sedikitpun merasa bertanggung jawab.
Cobalah sedikit resapi perasaan orang yang dilukai. Bagaimana dikhianati, dimatikan pelan pelan, ditakberartikan pengorbanannya.
Tapi memang tidak bisa disalahkan atau menyalahkan pihak lain. Yang salah adalah diri sendiri. Yang bodoh adalah diri ini. Mengapa memilih orang itu? Andai saja mencari dengan saksama sampai bertemu kekasih yang kekuatan cintanya sama.
Saling memberi dengan ketulusan yang sama dan pastinya mendapatkan semuanya sama bersama.
Oh iya, sesuatu yang menggelikan itu ketika seseorang melukai orang lain kemudian menganggap segalanya akan selesai dengan permintaan maaf. "Saya minta maaf," sambil berharap segala yang sudah terjadi ditinggalkan demi masa depan. Tapi apakah kamu bersedia jika diminta harus merasakan dengan persis apa yang orang itu rasa waktu disakiti?
Sangat tidak wajar jika kemudian berkata ITU TIDAK ADIL.

