Kondisi 4 hari pasca kecelakaan (patah kaki).
|
"Terima kasih ayah sudah mengambil keputusan yang sangat tepat dengan memilih penanganan patah kaki saya secara medis atau operasi."
Dengan segala upayanya, dokter rumah
sakit di daerah saya hanya mampu melakukan operasi pemasangan wire ring (semacam
kawat) di lutut saya yang hancur. Kemudian dokter memberi pilihan
kepada keluarga saya apakah akan lanjut melakukan perawatan secara medis
(melakukan operasi pasang pen) atau yang lainnya. Sebab jika memilih jalur
medis, maka konsekuensinya saya harus di rujuk ke rumah sakit lainnya yang
lebih kompeten melakukan itu. Selama menunggu keputusan keluarga, saya
dikembalikan ke bangsal perawatan rumah sakit.
Karena mengalami patah kaki
di dua bagian (paha kanan dan lutut) dan hanya di lutut yang sudah mendapatkan
tindakan operasi (pasang wire ring), bagian lainnya yakni paha yang
adalah bagian terparah hanya diberi tindakan dasar yakni diperban dan pada
ujung kaki (pergelangan) diikatkan pemberat yang menggantung supaya posisi
tetap lurus dan sambungan patahan terjaga.
Dari cerita ayah kepada saya
belakangan, pada saat itu mereka (ayah, ibu dan kerabat dekat) berdiskusi cukup
alot tentang keputusan apa yang harus diambil. Ada yang menyarankan untuk
operasi pasang pen saja, dan tidak sedikit yang menganjurkan supaya di urut
saja (tradisional) dengan pertimbangan ongkos yang lebih murah mengingat kami
dari keluarga yang pas-pasan. Mendengar segala masukan kerabat itu, dan juga
meminta petunjuk Tuhan dalam doa, dengan segala resiko yang harus dihadapi
(terutama biaya), ayah lalu dengan mantap memutuskan bahwa penanganan patah
kaki yang saya alami harus secara medis (operasi) -saya sangat berterima
kasih kepada ayah karena keputusannya saat itu. Sabagai buah dari kebijaksanaan
ayah, sekarang saat saya menulis ini, kaki saya sudah normal dan jalan tanpa
pincang sedikitpun.
Dari berbagai referensi yang saya
baca yang kebanyakan hasil guugling hehe,
tulang dan organ tubuh lainnya selalu punya kemampuan untuk memulihkan diri
-kecepatannya bergantung usia juga faktor lain seperti asupan gizi.
Khususnya tulang, meskipun mengalami
patah dan tanpa ada penanganan medis apapun, normalnya akan tersambung kembali
secara alami. Dan karena tulang pastinya akan tumbuh dan tersambung lagi
(memulihkan dirinya), maka menjadi sangat penting untuk mempertahankan posisi
tulang agar tetap sama seperti posisi awal. Sebab jika tidak dipertahankan,
maka tulang baru yang nantinya tumbuh akan menyambungkan dua bagian patahan
yang sudah beda posisi sehingga akibatnya antara bagian tubuh kiri dan kanan
tidak akan lagi sama.
Mungkin kesesuaian antara kiri dan
kanan tidak terlalu signifikan berpengaruh jika yang patah misalnya tangan,
tetapi akan sangat nampak jika bagian tubuh yang patah adalah kaki. Dikarenakan
kaki adalah penopang tubuh untuk berjalan, maka jika saja kaki itu berbeda
panjangnya antara kiri dan kanan akibat penyambungan tulang yang tidak pas
-meskipun hanya dalam hitungan milimeter, maka pastinya setiap kali berjalan
akan terlihat pincang.
Menurut saya, disinilah keuntungan
dari memilih jalur medis (operasi) dibanding jalur tradisional (urut misalnya).
Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa haram hukumnya memilih jalur tradisional,
tetapi saya hanya akan membagi pengalaman saya dan banyak teman lain sesama patah
kaki yang pernah saling berbagi kisah.
Ketika saya di operasi pasang pen,
kerabat saya yang adalah petugas anastesi dan juga ikut ketika proses operasi
saya menuturkan bahwa saat operasi itu dokter dan tenaga medis dengan cermat
mengukur panjang antara kaki kiri dan kanan agar pas atau sesuai barulah mereka
memasang pen platina itu. Jika pen sudah terpasang, maka sedikit banyak saya
dapat percaya tulang pasti tumbuh ditempatnya, dan tidak akan jalan pincang
saat sembuh. Sementara jika melalui urut, akan sangat rawan untuk terjadi salah
penyambungan tulang (tidak pas) disebabkan tidak adanya penyangga tulang yang
cukup kokoh untuk mempertahankan posisi patahan.
Namun satu hal yang biasanya jadi
faktor keberatan memilih jalur medis adalah ongkos. Tak dapat disangkal bahwa
melalui jalur medis butuh biaya yang lumayan besar -tapi bagi saya hasilnya
sebanding !
Setelah ayah memutuskan memilih
jalur medis (operasi), keluarga kemudian menghubungi dokter dan mengutarakan
keputusan yang diambil tersebut. Saat itu (awal Juli 2012) dengan keadaan
terbatasnya sumberdaya di rumah sakit umum daerah domisili saya (Tobelo,
Kabupaten Halmahera Utara), saya harus dirujuk ke Manado (Ibukota Propinsi
Sulawesi Utara) untuk menjalani operasi pemasangan pen di paha kanan. Manado
menjadi pilihan dengan alasan ada sanak saudara dan kerabat kami yang berdomisili
disana. Maka dimulailah perjalanan panjang saya dari Tobelo menuju Kota Torang
Samua Basudara (Manado).
PS: Terima kasih ayah
PPS: Saat saya mengalami patah kaki dan harus operasi, saat
itu belum ngetop yang namanya BPJS



