![]() |
| Ini hasil rontgen saya setelah operasi. (a) Bagian paha setelah pasang pen dan (b) tempurung lutut setelah pasang wire ring. |
Memang saya tidak begitu ingat persis apa saja yang terjadi dalam rentang waktu sejak kecelakaan hingga sekitar sebulan setelahnya. Saya coba mengingat detil-detilnya, tetapi selalu saja mendapat beberapa ingatan yang tidak lengkap pada waktu itu -mungkin itu akibat dari shock yang saya alami karena kecelakaan.
Memori di kepala seakan selalu hilang jika coba mengingat kejadian malam kecelakaan itu. Saya bisa sedikit menyusun runut kejadian di malam itu dengan dibantu cerita-cerita tambahan dari keluarga dan kerabat.
Sungguh, saat pertama kali siuman dari pingsan akibat kecelakaan, saya merasa seperti sedang bangun dari tidur saja. Beberapa saat setelahnya baru muncul banyak keanehan dalam momen kesetengahsadaran itu. Pertama membuka mata, saya melihat bukan sedang berada di rumah sebagaimana bangun tidur biasanya, namun sedang berada diruangan berdinding putih bersih yang belakangan saya tahu adalah rumah sakit. Disamping kiri-kanan ada ayah dan ibu, kedua adik saya, dan keluarga dekat dengan raut wajah penuh kepasrahan mengelilingi ranjang. Didalam pikiran saya ingin bertanya: sedang apa kalian disini? Tetapi kalimat itu tak pernah terlontar. Saya hanya mengingat malam itu -atau subuh- ayah dalam ketenangannya selalu menenangkan saya.
“Kamu mengalami kecelakaan. Sudah, istirahat saja ya,” begitu kalimat ayah di telinga sembari tangannya membelai kepala saya.
Pagi esok harinya saya ingat saya didorong oleh perawat masuk ruang radiologi. Hasil rontgen dan keterangan dokter menunjukan bahwa saya mengalami patah tulang paha kanan dan hancur di tempurung lutut. Patah tulang yang saya alami juga tidak tanggung-tanggung, yakni “patah terbuka” alias tulang yang patah menembus daging dan ternganga keluar. Waktu itu yang menangani sakit saya adalah dokter bedah umum -sebab dokter tulang belum ada.
Sejak saat itu (Senin, 2 Juli 2012), bertempat di Rumah Sakit Umum Daerah Tobelo (Kabupaten Halmahera Utara), Saya dikukuhkan sebagai seorang penderita patah kaki.

0 comments:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Berkunjung,
Mohon Tinggalkan Komentar Yang Konstruktif // Hanya Komentar Yang Berkualitas & Sesuai Dengan Isi Artikel Diatas Yang Akan Ditampilkan // Mari Saling Membangun
Salam (^^)