Jumat, 31 Oktober 2014

Kondisi 4 hari pasca kecelakaan (patah kaki).
"Terima kasih ayah sudah mengambil keputusan yang sangat tepat dengan memilih penanganan patah kaki saya secara medis atau operasi."

Dengan segala upayanya, dokter rumah sakit di daerah saya hanya mampu melakukan operasi pemasangan wire ring (semacam kawat) di lutut saya yang hancur. Kemudian dokter memberi pilihan kepada keluarga saya apakah akan lanjut melakukan perawatan secara medis (melakukan operasi pasang pen) atau yang lainnya. Sebab jika memilih jalur medis, maka konsekuensinya saya harus di rujuk ke rumah sakit lainnya yang lebih kompeten melakukan itu. Selama menunggu keputusan keluarga, saya dikembalikan ke bangsal perawatan rumah sakit.

Karena mengalami patah kaki di dua bagian (paha kanan dan lutut) dan hanya di lutut yang sudah mendapatkan tindakan operasi (pasang wire ring), bagian lainnya yakni paha yang adalah bagian terparah hanya diberi tindakan dasar yakni diperban dan pada ujung kaki (pergelangan) diikatkan pemberat yang menggantung supaya posisi tetap lurus dan sambungan patahan terjaga.

Dari cerita ayah kepada saya belakangan, pada saat itu mereka (ayah, ibu dan kerabat dekat) berdiskusi cukup alot tentang keputusan apa yang harus diambil. Ada yang menyarankan untuk operasi pasang pen saja, dan tidak sedikit yang menganjurkan supaya di urut saja (tradisional) dengan pertimbangan ongkos yang lebih murah mengingat kami dari keluarga yang pas-pasan. Mendengar segala masukan kerabat itu, dan juga meminta petunjuk Tuhan dalam doa, dengan segala resiko yang harus dihadapi (terutama biaya), ayah lalu dengan mantap memutuskan bahwa penanganan patah kaki yang saya alami harus secara medis (operasi) -saya sangat berterima kasih kepada ayah karena keputusannya saat itu. Sabagai buah dari kebijaksanaan ayah, sekarang saat saya menulis ini, kaki saya sudah normal dan jalan tanpa pincang sedikitpun.

Dari berbagai referensi yang saya baca yang kebanyakan hasil guugling hehe, tulang dan organ tubuh lainnya selalu punya kemampuan untuk memulihkan diri -kecepatannya bergantung usia juga faktor lain seperti asupan gizi.

Khususnya tulang, meskipun mengalami patah dan tanpa ada penanganan medis apapun, normalnya akan tersambung kembali secara alami. Dan karena tulang pastinya akan tumbuh dan tersambung lagi (memulihkan dirinya), maka menjadi sangat penting untuk mempertahankan posisi tulang agar tetap sama seperti posisi awal. Sebab jika tidak dipertahankan, maka tulang baru yang nantinya tumbuh akan menyambungkan dua bagian patahan yang sudah beda posisi sehingga akibatnya antara bagian tubuh kiri dan kanan tidak akan lagi sama.

Mungkin kesesuaian antara kiri dan kanan tidak terlalu signifikan berpengaruh jika yang patah misalnya tangan, tetapi akan sangat nampak jika bagian tubuh yang patah adalah kaki. Dikarenakan kaki adalah penopang tubuh untuk berjalan, maka jika saja kaki itu berbeda panjangnya antara kiri dan kanan akibat penyambungan tulang yang tidak pas -meskipun hanya dalam hitungan milimeter, maka pastinya setiap kali berjalan akan terlihat pincang.

Menurut saya, disinilah keuntungan dari memilih jalur medis (operasi) dibanding jalur tradisional (urut misalnya). Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa haram hukumnya memilih jalur tradisional, tetapi saya hanya akan membagi pengalaman saya dan banyak teman lain sesama patah kaki yang pernah saling berbagi kisah.

Ketika saya di operasi pasang pen, kerabat saya yang adalah petugas anastesi dan juga ikut ketika proses operasi saya menuturkan bahwa saat operasi itu dokter dan tenaga medis dengan cermat mengukur panjang antara kaki kiri dan kanan agar pas atau sesuai barulah mereka memasang pen platina itu. Jika pen sudah terpasang, maka sedikit banyak saya dapat percaya tulang pasti tumbuh ditempatnya, dan tidak akan jalan pincang saat sembuh. Sementara jika melalui urut, akan sangat rawan untuk terjadi salah penyambungan tulang (tidak pas) disebabkan tidak adanya penyangga tulang yang cukup kokoh untuk mempertahankan posisi patahan.

Namun satu hal yang biasanya jadi faktor keberatan memilih jalur medis adalah ongkos. Tak dapat disangkal bahwa melalui jalur medis butuh biaya yang lumayan besar -tapi bagi saya hasilnya sebanding !

Setelah ayah memutuskan memilih jalur medis (operasi), keluarga kemudian menghubungi dokter dan mengutarakan keputusan yang diambil tersebut. Saat itu (awal Juli 2012) dengan keadaan terbatasnya sumberdaya di rumah sakit umum daerah domisili saya (Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara), saya harus dirujuk ke Manado (Ibukota Propinsi Sulawesi Utara) untuk menjalani operasi pemasangan pen di paha kanan. Manado menjadi pilihan dengan alasan ada sanak saudara dan kerabat kami yang berdomisili disana. Maka dimulailah perjalanan panjang saya dari Tobelo menuju Kota Torang Samua Basudara (Manado).

PS: Terima kasih ayah
PPS: Saat saya mengalami patah kaki dan harus operasi, saat itu belum ngetop yang namanya BPJS

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih Sudah Berkunjung,

Mohon Tinggalkan Komentar Yang Konstruktif // Hanya Komentar Yang Berkualitas & Sesuai Dengan Isi Artikel Diatas Yang Akan Ditampilkan // Mari Saling Membangun

Salam (^^)