Senin, 10 Agustus 2015

Karena hendak melaksanakan penelitiannya, beberapa mahasiswa dan dosen MSP -singkatan dari Manajemen Sumberdaya Perairan- berencana kemping di Pulau Tolonuo. Mendengar rencana mereka, saya yang berteman dengan beberapa dosen itu meminta dan diperbolehkan ikut dalam kegiatan tersebut (kemping).

Selanjutnya, saya kemudian sibuk dengan persiapan kemping di Pulau Tolonuo, mulai dari membeli logistik di minimarket, siapkan kantung tidur, tenda, hammock, dll. Besoknya sekitar jam 11 siang kami bertolak menuju lokasi kemping.

Gapura di pintu masuk desa Tolonuo.
Pulau Tolonuo merupakan salah satu pulau yang berada di depan Tobelo (ibukota Kab. Halmahera Utara). Dari Tobelo, tepatnya dari desa Buaele, butuh waktu sekitar 15 menit bagi perahu ketinting untuk bisa tiba di daratan Pulau Tolonuo.

OTW Tolonuo.
Setiba di Tolonuo, kami langsung mencari sudut yang cocok untuk dijadikan “markas” selama melakukan kegiatan penelitian. Kemudian masing-masing saling bantu membangun markas itu. Karena hanya saya seorang yang membawa tenda (model tenda dum), maka kemping kami serasa tidak seimbang sebab yang turut serta kemping ada belasan orang haha

Sempat khawatir akan repot bila turun hujan nanti, ternyata apa yang diyakini teman-teman –karena mungkin sudah pengalaman- terbukti benar adanya. Langit atau cuaca hari itu cerah cemerlang (hehe) sepanjang kami kemping. Jadinya, tanpa tenda, teman-teman lain hanya menggelar terpal sebagai alas dan tidur diatasnya dengan pemandangan kerlap kerlip bintang -sungguh suatu suguhan pemandangan yang elok.

Base Camp para peneliti.
Acara barbequan pun digelar waktu malam. Disamping bekal makanan dan minuman, teman-teman turut membawa jagung untuk di bakar (jagung bakar).

Menu makanan khas kemping.
Menikmati pemandangan di waktu malam mungkin menjadi momen terindah selama berada di Pulau Tolonuo. Telinga saya bisa tentram menikmati syahdunya sepoi ombak ditengah keheningan pantai yang jauh dari hiruk pikuk kendaraan bermotor dll., serta mata saya dimanja pemandangan indah pendar-pendar lampu nelayan yang tengah melaut dan cahaya sunyi kota Tobelo di seberang lautan.

Besoknya, setelah hari diawali dengan sarapan mi instan hehe, kebanyakan waktu dihabiskan untuk melaksanakan penelitian teman-teman MSP. Tim dibagi, ada tim yang bertugas mewawancarai penduduk desa dan sekaligus melihat kondisi perkampungan, sementara itu tim lainnya bertugas mengambil sampel dan melakukan pengamatan di sepanjang pesisir pantai.

Gunung Karianga dilihat dari Dermaga Tolonuo.
Setelah berkeliling desa dan mengamati sekilas, bagi saya mungkin karena tidak punya sudut pulau yang menarik maka Pulau Tolonuo terbilang sangat jarang menjadi tujuan rekreasi masyarakat –khususnya dari Tobelo. Untuk berenang misalnya, saya cukup sulit menemukan bagian pesisir pulau yang bebas dari rumput laut sehingga layak berenang atau sekadar bermain air. Namun meski demikian, saya akui bahwa pasir di pantai Pulau Tolonuo cukup lembut.

Sesuai dengan yang direncanakan teman-teman, kami menghabiskan waktu hingga sore hari. Saat segala data yang diperlukan telah diperoleh, kami pun membereskan semua peralatan dan bawaan lainnya untuk kembali pulang.