Karena hendak melaksanakan
penelitiannya, beberapa mahasiswa dan dosen MSP -singkatan dari Manajemen
Sumberdaya Perairan- berencana kemping di Pulau
Tolonuo. Mendengar rencana mereka, saya yang berteman dengan beberapa dosen
itu meminta dan diperbolehkan ikut dalam kegiatan tersebut (kemping).
Selanjutnya, saya kemudian
sibuk dengan persiapan kemping di Pulau
Tolonuo, mulai dari membeli logistik di minimarket, siapkan kantung tidur,
tenda, hammock, dll. Besoknya sekitar
jam 11 siang kami bertolak menuju lokasi kemping.
| Gapura di pintu masuk desa Tolonuo. |
| OTW Tolonuo. |
Setiba di Tolonuo, kami
langsung mencari sudut yang cocok untuk dijadikan “markas” selama melakukan
kegiatan penelitian. Kemudian masing-masing saling bantu membangun markas itu.
Karena hanya saya seorang yang membawa tenda (model tenda dum), maka kemping
kami serasa tidak seimbang sebab yang turut serta kemping ada belasan orang haha
Sempat khawatir akan repot bila
turun hujan nanti, ternyata apa yang diyakini teman-teman –karena mungkin sudah
pengalaman- terbukti benar adanya. Langit atau cuaca hari itu cerah cemerlang (hehe) sepanjang kami kemping. Jadinya,
tanpa tenda, teman-teman lain hanya menggelar terpal sebagai alas dan tidur
diatasnya dengan pemandangan kerlap kerlip bintang -sungguh suatu suguhan
pemandangan yang elok.
| Base Camp para peneliti. |
Acara barbequan pun digelar waktu malam. Disamping bekal makanan dan
minuman, teman-teman turut membawa jagung untuk di bakar (jagung bakar).
| Menu makanan khas kemping. |
Menikmati pemandangan di waktu
malam mungkin menjadi momen terindah selama berada di Pulau Tolonuo. Telinga saya bisa tentram menikmati syahdunya sepoi
ombak ditengah keheningan pantai yang jauh dari hiruk pikuk kendaraan bermotor
dll., serta mata saya dimanja pemandangan indah pendar-pendar lampu nelayan
yang tengah melaut dan cahaya sunyi kota Tobelo di seberang lautan.
Besoknya, setelah hari diawali
dengan sarapan mi instan hehe, kebanyakan
waktu dihabiskan untuk melaksanakan penelitian teman-teman MSP. Tim dibagi, ada
tim yang bertugas mewawancarai penduduk desa dan sekaligus melihat kondisi
perkampungan, sementara itu tim lainnya bertugas mengambil sampel dan melakukan
pengamatan di sepanjang pesisir pantai.
| Gunung Karianga dilihat dari Dermaga Tolonuo. |
Setelah berkeliling desa dan
mengamati sekilas, bagi saya mungkin karena tidak punya sudut pulau yang
menarik maka Pulau Tolonuo terbilang
sangat jarang menjadi tujuan rekreasi masyarakat –khususnya dari Tobelo. Untuk
berenang misalnya, saya cukup sulit menemukan bagian pesisir pulau yang bebas
dari rumput laut sehingga layak berenang atau sekadar bermain air. Namun meski
demikian, saya akui bahwa pasir di pantai Pulau
Tolonuo cukup lembut.
Sesuai dengan yang direncanakan
teman-teman, kami menghabiskan waktu hingga sore hari. Saat segala data yang
diperlukan telah diperoleh, kami pun membereskan semua peralatan dan bawaan
lainnya untuk kembali pulang.
0 comments:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Berkunjung,
Mohon Tinggalkan Komentar Yang Konstruktif // Hanya Komentar Yang Berkualitas & Sesuai Dengan Isi Artikel Diatas Yang Akan Ditampilkan // Mari Saling Membangun
Salam (^^)