Minggu, 16 November 2014

Pante Paser Panjang berada di desa Ruko, Kabupaten Halmahera Utara. Dari Tobelo, perjalanan menuju Pante Paser Panjang memakan waktu sekitar 20 menit menggunakan transportasi darat (sepedamotor atau mobil). 10 menit pertama kendaraan melaju diatas jalan aspal, setelah itu sepedamotor atau mobil harus menempuh jalan setapak di sela-sela kebun warga.

Meski sudah punya Pante Tanjung Pilawang, Pante Kupa-Kupa, Pante Pitu, dsb., keberadaan pantai pasir putih desa Ruko ini kian menambah kekayaan spot rekreasi pantai disekitaran Tobelo. Jadi ketika tiba akhir pekan, masyarakat Tobelo punya semakin banyak pilihan tujuan rekreasi.

Tantangan utama ketika hendak mengunjungi Pante Paser Panjang adalah kita harus melalui jalan setapak tanah bernuansa off road di sela kebun warga. Jalan setapak ini murni jalan tanah yang di kiri-kanan ditumbuhi rerumputan, bahkan dibeberapa bagian setapak ada tanjakan yang cukup membuat khawatir ketika akan melintasinya. Beberapa pengunjung ketika hendak menanjak di jalan setapak ini sampai harus menurunkan boncengannya dulu barulah sepedamotor bisa lulus menanjak hehe.

Harus bisa off road.
Memang pasir di Pante Paser Panjang relatif lebih kasar jika dibanding dengan pasir pantai di Pulau Kakara misalnya. Pante Paser Panjang pasirnya lebih menyerupai pasir yang terbentuk dari pengikisan karang. Butir-butir pasirnya bahkan secara kasat mata bisa kita  takar ukuran diameternya.

Batu karang yang kian habis terkikis ombak.
Nama Pante Paser Panjang sendiri mungkin diberi dengan alasan karena garis pantainya yang memang terbilang cukup panjang. Pantai ini seperti memiliki patok di tiap ujung garis pantai: di ujung sebelah utara ada bebatuan yang menjorok keluar sebagai patoknya, sementara di ujung bagian selatan juga punya gugusan bebetuan lain yang membentuk semenanjung.

Salah satu spot foto terlaris di Pante Paser Panjang berada di bagian selatan pantai. Disana ada gugusan beberapa batuan yang menjorok keluar dari air laut. Dari kenampakannya, bebatuan ini mungkin adalah sisa proses vulkanik gunung dukono. Banyak orang yang datang ke pantai ini pasti tidak melewatkan untuk mengambil gambar di sudut ini.

Gugusan batuan yang jadi tempat foto favorit.
Bersebelahah dengan gugusan bebatuan tempat spot foto Pante Paser Panjang, terdapat bagian pantai yang saya suka. Bagi saya, berenang di sudut ini lebih menyenangkan daripada di bagian lainnya. Ombak di sebelah sini lebih tenang, dan disamping itu, berenang dibagian ini relatif tersembunyi dan jauh dari keramaian pengunjung lainnya hingga serasa pantai ini jadi milik pribadi.

Sudut pantai yang pas untuk berenang -bagi saya hehe.
Memang, hingga cerita ini dituturkan, pantai ini masih terlihat belum banyak dikelola potensinya. Tetapi ditelisik dari keindahan alamnya, jika dikembangkan dengan baik, Pante Paser Panjang tidak akan kalah saing dari pantai-pantai yang sudah lebih dulu booming jadi tujuan rekreasi masyarakat Tobelo.

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih Sudah Berkunjung,

Mohon Tinggalkan Komentar Yang Konstruktif // Hanya Komentar Yang Berkualitas & Sesuai Dengan Isi Artikel Diatas Yang Akan Ditampilkan // Mari Saling Membangun

Salam (^^)