Pante Paser Panjang berada di desa
Ruko, Kabupaten Halmahera Utara. Dari Tobelo, perjalanan menuju Pante Paser Panjang memakan waktu
sekitar 20 menit menggunakan transportasi darat (sepedamotor atau mobil). 10
menit pertama kendaraan melaju diatas jalan aspal, setelah itu sepedamotor atau
mobil harus menempuh jalan setapak di sela-sela kebun warga.
Meski sudah
punya Pante Tanjung Pilawang, Pante Kupa-Kupa, Pante Pitu, dsb., keberadaan
pantai pasir putih desa Ruko ini kian menambah kekayaan spot rekreasi pantai disekitaran Tobelo. Jadi ketika tiba akhir
pekan, masyarakat Tobelo punya semakin banyak pilihan tujuan rekreasi.
![]() |
Tantangan utama ketika hendak mengunjungi Pante Paser Panjang adalah kita harus melalui jalan setapak tanah bernuansa off road di sela kebun warga. Jalan setapak ini murni jalan tanah yang di kiri-kanan ditumbuhi rerumputan, bahkan dibeberapa bagian setapak ada tanjakan yang cukup membuat khawatir ketika akan melintasinya. Beberapa pengunjung ketika hendak menanjak di jalan setapak ini sampai harus menurunkan boncengannya dulu barulah sepedamotor bisa lulus menanjak hehe.
| Harus bisa off road. |
Memang pasir
di Pante Paser Panjang relatif lebih
kasar jika dibanding dengan pasir pantai di Pulau Kakara misalnya. Pante Paser Panjang pasirnya lebih
menyerupai pasir yang terbentuk dari pengikisan karang. Butir-butir pasirnya
bahkan secara kasat mata bisa kita takar
ukuran diameternya.
| Batu karang yang kian habis terkikis ombak. |
Nama Pante Paser Panjang sendiri mungkin
diberi dengan alasan karena garis pantainya yang memang terbilang cukup
panjang. Pantai ini seperti memiliki patok di tiap ujung garis pantai: di ujung
sebelah utara ada bebatuan yang menjorok keluar sebagai patoknya, sementara di
ujung bagian selatan juga punya gugusan bebetuan lain yang membentuk
semenanjung.
Salah satu spot foto terlaris di Pante Paser Panjang berada di bagian
selatan pantai. Disana ada gugusan beberapa batuan yang menjorok keluar dari
air laut. Dari kenampakannya, bebatuan ini mungkin adalah sisa proses vulkanik
gunung dukono. Banyak orang yang datang ke pantai ini pasti tidak melewatkan
untuk mengambil gambar di sudut ini.
| Gugusan batuan yang jadi tempat foto favorit. |
Bersebelahah
dengan gugusan bebatuan tempat spot
foto Pante Paser Panjang, terdapat bagian pantai yang saya suka. Bagi saya,
berenang di sudut ini lebih menyenangkan daripada di bagian lainnya. Ombak di
sebelah sini lebih tenang, dan disamping itu, berenang dibagian ini relatif
tersembunyi dan jauh dari keramaian pengunjung lainnya hingga serasa pantai ini
jadi milik pribadi.
| Sudut pantai yang pas untuk berenang -bagi saya hehe. |
Memang, hingga
cerita ini dituturkan, pantai ini masih terlihat belum banyak dikelola
potensinya. Tetapi ditelisik dari keindahan alamnya, jika dikembangkan dengan
baik, Pante Paser Panjang tidak akan
kalah saing dari pantai-pantai yang sudah lebih dulu booming jadi tujuan rekreasi masyarakat Tobelo.

0 comments:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Berkunjung,
Mohon Tinggalkan Komentar Yang Konstruktif // Hanya Komentar Yang Berkualitas & Sesuai Dengan Isi Artikel Diatas Yang Akan Ditampilkan // Mari Saling Membangun
Salam (^^)