Sejak diselenggarakannya semacam festival wisata
daerah dengan tajuk ‘Wonderful Talaga Paca’
pada 11 Desember 2016, saya jadi tertarik untuk datang lagi ke Talaga
Paca setelah 4 tahun berlalu. Panorama Talaga
Paca di baliho kampanye kegiatan yang menghiasi titik-titik
penting kota Tobelo merupakan faktor utama yang menarik hati saya ciyeee
kaya jatuh cinta aja hahaha
Dengan sepedamotor matic 125 cc, Talaga
Paca yang secara administratif termasuk teritori Kecamatan
Tobelo Selatan dapat saya capai dengan butuh waktu 30 menit dari Tobelo
(Ibukota Kabupaten Halmahera Utara).

Talaga Paca sendiri merupakan danau yang saya yakin lahir dari suatu proses vulkanik ataupun tektonik sebagaimana umumnya suatu danau lahir ke dunia haha. Meski tidak seluas Danau Galela, Talaga Paca bagi saya cukup punya potensi jadi objek wisata/rekreasi/tempatsantai yang menjanjikan jika dikembangkan dengan baik dan benar.
Baru-baru ini ketika saya datang lagi, Talaga
Paca nampak sedang merias dirinya. Di tempat yang beberapa
waktu lalu digelar Wonderful Talaga Paca terlihat
tengah dibangun ataupun direhabilitasi beberapa infrastruktur demi mempercantik
wajah Talaga Paca biar
kian berkesan indah kepada setiap jiwa yang datang. Saya melihat sudah ada
sekitar 6 tempat duduk santai dari beton-keramik yang cocok digunakan untuk
bercengkrama atau diskusi sembari bisa dengan lepas menikmati pemandangan
danau. Dari tempat duduk itu, seperti terhipnotis saya selalu
suka memandang Gunung Karianga dikejauhan yang seumpama malu-malu
menyembunyikan keperkasaannya dibalik ketenangan air danau. Waktu itu ada juga
semacam jembatan kayu yang meski kian rapuh namun tetap sibuk membopong siapa
saja untuk berfoto diatasnya. Sementara mungkin karena telah menjelang senja,
ada anak-anak warga masyarakat tengah asyiknya mandi dan bermain air ditepian
danau.
Menurut saya, satu hal yang mungkin perlu
dihadirkan Talaga Paca adalah tempat
makan dengan penampilan lebih baik atau menarik. Saya mendengar bahwa dulu
pernah ada rumah makan dengan hidangan utama ikan mujair disini. Namun saat ini
meskipun masih ada yang berjualan seperti itu, nampaknya sangat perlu dilakukan
pembaharuan konsep rumah makan dsb. agar bisa lebih menarik pengunjung
yang dewasa ini suka menyebut diri sebagai orang kekinian huweeek agar
datang selalu. Bisa juga dengan penambahan ornamen-ornamen masa kini yang
biasanya ada di tv akan bisa menggenjot antusiasme orang supaya datang ke Talaga
Paca –misalnya: banana boat, perahu bebek romantis,
rumah pohon tempat foto, dsb. Tapi saya berharap masyarakat Talaga
Paca akan tetap selektif jika hendak mengadopsi hal-hal
tersebut.
Meskipun tidak
terlalu seperti yang saya harapkan –mungkin karena harapannya juga terlalu
muluk hehe- tetapi paling tidak dengan pernah ada ‘Wonderful Talaga
Paca’ beberapa waktu lalu, saat ini orang-orang (khususnya
masyarakat Halut) sudah lebih familiar ketika mendengar nama Talaga
Paca. Nanti ketika saya datang lagi ke Talaga
Paca, saya berharap bisa makan di rumah makan unik, naik banana
boat, berfoto di rumah pohon, dan ngopi romantis di sebuah kedai unik.
Semoga saja harapan itu tidak terlalu muluk lagi kedepannya hahaha.
Yang jelas bagi
saya sedari alaminya Talaga Paca sudah
mempesona.



0 comments:
Posting Komentar
Terima Kasih Sudah Berkunjung,
Mohon Tinggalkan Komentar Yang Konstruktif // Hanya Komentar Yang Berkualitas & Sesuai Dengan Isi Artikel Diatas Yang Akan Ditampilkan // Mari Saling Membangun
Salam (^^)