Kamis, 14 September 2017

Sejak diselenggarakannya semacam festival wisata daerah dengan tajuk ‘Wonderful Talaga Paca’ pada 11 Desember 2016, saya jadi tertarik untuk datang lagi ke Talaga Paca setelah 4 tahun berlalu. Panorama Talaga Paca di baliho kampanye kegiatan yang menghiasi titik-titik penting kota Tobelo merupakan faktor utama yang menarik hati saya ciyeee  kaya jatuh cinta aja hahaha

Dengan sepedamotor matic 125 cc, Talaga Paca yang secara administratif termasuk teritori Kecamatan Tobelo Selatan dapat saya capai dengan butuh waktu 30 menit dari Tobelo (Ibukota Kabupaten Halmahera Utara).


Talaga Paca sendiri merupakan danau yang saya yakin lahir dari suatu proses vulkanik ataupun tektonik sebagaimana umumnya suatu danau lahir ke dunia haha. Meski tidak seluas Danau Galela, Talaga Paca bagi saya cukup punya potensi jadi objek wisata/rekreasi/tempatsantai yang menjanjikan jika dikembangkan dengan baik dan benar.


Baru-baru ini ketika saya datang lagi, Talaga Paca nampak sedang merias dirinya. Di tempat yang beberapa waktu lalu digelar Wonderful Talaga Paca terlihat tengah dibangun ataupun direhabilitasi beberapa infrastruktur demi mempercantik wajah Talaga Paca biar kian berkesan indah kepada setiap jiwa yang datang. Saya melihat sudah ada sekitar 6 tempat duduk santai dari beton-keramik yang cocok digunakan untuk bercengkrama atau diskusi sembari bisa dengan lepas menikmati pemandangan danau. Dari tempat duduk itu, seperti terhipnotis saya selalu suka memandang Gunung Karianga dikejauhan yang seumpama malu-malu menyembunyikan keperkasaannya dibalik ketenangan air danau. Waktu itu ada juga semacam jembatan kayu yang meski kian rapuh namun tetap sibuk membopong siapa saja untuk berfoto diatasnya. Sementara mungkin karena telah menjelang senja, ada anak-anak warga masyarakat tengah asyiknya mandi dan bermain air ditepian danau.


Menurut saya, satu hal yang mungkin perlu dihadirkan Talaga Paca adalah tempat makan dengan penampilan lebih baik atau menarik. Saya mendengar bahwa dulu pernah ada rumah makan dengan hidangan utama ikan mujair disini. Namun saat ini meskipun masih ada yang berjualan seperti itu, nampaknya sangat perlu dilakukan pembaharuan konsep rumah makan dsb. agar bisa lebih menarik pengunjung yang dewasa ini suka menyebut diri sebagai orang kekinian huweeek agar datang selalu. Bisa juga dengan penambahan ornamen-ornamen masa kini yang biasanya ada di tv akan bisa menggenjot antusiasme orang supaya datang ke Talaga Paca –misalnya: banana boat, perahu bebek romantis, rumah pohon tempat foto, dsb. Tapi saya berharap masyarakat Talaga Paca akan tetap selektif jika hendak mengadopsi hal-hal tersebut.


Meskipun tidak terlalu seperti yang saya harapkan –mungkin karena harapannya juga terlalu muluk hehe- tetapi paling tidak dengan pernah ada ‘Wonderful Talaga Paca’ beberapa waktu lalu, saat ini orang-orang (khususnya masyarakat Halut) sudah lebih familiar ketika mendengar nama Talaga Paca. Nanti ketika saya datang lagi ke Talaga Paca, saya berharap bisa makan di rumah makan unik, naik banana boat, berfoto di rumah pohon, dan ngopi romantis di sebuah kedai unik. Semoga saja harapan itu tidak terlalu muluk lagi kedepannya hahaha.

Yang jelas bagi saya sedari alaminya Talaga Paca sudah mempesona.

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih Sudah Berkunjung,

Mohon Tinggalkan Komentar Yang Konstruktif // Hanya Komentar Yang Berkualitas & Sesuai Dengan Isi Artikel Diatas Yang Akan Ditampilkan // Mari Saling Membangun

Salam (^^)