Jumat, 19 Desember 2014

Mengapa sebagai pasien patah kaki saya perlu punya dokumen (softcopy) foto rontgen patah tulang saya? Hal ini memang bukan sesuatu yang wajib hukumnya, karena toh setiap selesai rontgen hasilnya (hardcopy) akan diserahkan ke pasien. Tetapi, saya tetap harus punya softcopy-nya juga sebab disamping sebagai dokumen pribadi, dengan punya softcopy maka saya bisa share ke teman-teman sesama patah tulang untuk berbagi saran dari foto tersebut dsb.

Lalu, bagaimana cara mendapatkan softcopy foto rontgen?

Untuk saya pribadi cara mendapatkan softcopy foto rontgen adalah dengan men-foto kembali foto rontgen (hardcopy) tersebut. Bagaiman caranya? Sebenarnya, trik ini saya ketahui dari Mila, teman sesama patah kaki yang sering dan lebih dulu menulis blog tentang pengalaman patah kaki (lihat disini).

Untuk diketahui, cara men-foto kembali foto rontgen tidak sama dengan memotret landskap atau membuat foto biasa lainnya yang tinggal jepret sana-sini lalu jadi. Foto rontgen membutuhkan pencahayaan yang cukup tajam agar bisa terlihat dengan jelas gambarnya.

Biasanya, jika berkonsultasi dengan dokter tulang untuk mengetahui perkembangan penyambungan tulang berdasarkan hasil rontgen, dokter akan mengambil foto rontgen kemudian diletakan di sebuah bidang yang didalamnya ada lampu terang. Pada saat lampu didalam dinyalakan barulah kelihatan dengan jelas gambar gambar foto rontgen itu. Setelah gambar rontgen terlihat jelas seperti itu, barulah layak dipotret kembali untuk didapatkan softcopy nya.

Tetapi tidak mungkin kita harus terus menerus ke dokter setiap ingin men-foto kembali foto rontgen bukan. Trik men-foto kembali foto rontgen yang saya ceritakan kali ini menggunakan konsep yang sama dengan alat berlampu punya dokter tersebut namun alat tersebut diganti dengan menggunakan layar laptop atau desktop.

Caranya dengan mengatur wallpaper laptop atau desktop menjadi tampilan putih polos, dan kontras warna kita naikan jadi full 100%. Setelah itu tinggal meletakan foto rontgen di depan layar laptop atau desktop yang sudah diatur tadi kemudian tinggal di potret dengan kamera/hp.

Softcopy foto rontgen saya.
Mungkin cara ini tidak cukup berhasil jika hardcopy foto rontgen terlampau besar sizenya. Namun sepengetahuan saya, biasanya foto rontgen untuk yang patah kaki tidak besar-besar amat, sebab yang di fokuskan dalam foto tersebut hanya bagian patahan saja. Jika petugas rontgen ingin mengambil view dari beberapa sudut foto dari bagian patah tulang, umumnya klise foto rontgen di bagi menjadi beberapa bagian (kaya kolase): misalnya, bagian kiri paha diambil dari angel sisi kiri, dan bagian kanan tampilan rontgen sisi kanan.

Itulah cara saya punya softcopy foto rontgen. Dengan punya softcopy, disamping jadi dokumen pribadi, softcopy-an ini juga bisa saya share ke teman-teman lain sesama penderita patah kaki untuk saling memberi pendapat dsb.

0 comments:

Posting Komentar

Terima Kasih Sudah Berkunjung,

Mohon Tinggalkan Komentar Yang Konstruktif // Hanya Komentar Yang Berkualitas & Sesuai Dengan Isi Artikel Diatas Yang Akan Ditampilkan // Mari Saling Membangun

Salam (^^)